Puskari

Info Kegiatan

RE-EKSPOR KOMODITI IMPOR HASIL PERIKANAN YANG TIDAK SESUAI KETENTUAN IMPOR MELALUI PINTU PEMASUKAN TANJUNG PERAK SURABAYA

               Upaya pelaksanakan ketentuan tentang impor hasil perikanan yang masuk ke negara RI terutama Permen Nomor : PER. 15/MEN/2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang Masuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia, petugas karantina ikan yang ada dipintu pemasukan impor hasil perikanan dituntut untuk lebih ekstra dalam pengawasan terhadap impor komoditi hasil perikanan. Berkaitan pelaksanaan tugas tersebut, pada bulan Januari 2012 Balai KIPM Kelas I Surabaya II, melakukan re-ekspor komoditi impor hasil perikanan dikarenakan tidak dapat dipenuhinya persyaratan pemasukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun penolakan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

1.     Tanggal 18 Januari, re-ekspor terhadap komoditi hasil perikanan berupa frozen sardine whole round, sejumlah 28.000 kgs dari India untuk tujuan bahan baku pengalengan.yang diimpor oleh CV. Sari Laut Jaya. Hal ini dilakukan karena hasil test report dari negara asal menyebutkan adanya kandungan formalin. Sedangkan ketentuan untuk pemasukan impor hasil perikanan untuk konsumsi manusia menyatakan harus bebas dari kandungan cemaran kimia berbahaya termasuk didalamnya formalin. Sebelum dilakukan penolakan, Balai KIPM Kelas I Surabaya II telah memberikan kesempatan untuk dilakukan uji terhadap kandungan formalin dilaboratorium di Surabaya. Tetapi atas permintaan importir, komoditi tersebut minta langsung dilakukan re-ekspor ke negara asal.

2.   Re-ekspor juga dilakukan atas produk Frozen Eso Surimi, jumlah, 19.000 kgs, asal Vietnam, dikarenakan pada saat pemasukannya tidak dapat menunjukkan dokumen Health Certificate yang asli dari negara asal sampai dengan batas waktu yang diberikan sesuai ketentuan. Setelah dilakukan konfirmasi kepada importir atas nama PT. Sekar Laut Tbk., atas permintaan importir memohon ijin untuk melakukan pengembalian barang ke negara asal.

3.  Tanggal 21 Januari 2012, re-ekspor terhadap komoditi hasil perikanan berupa Frozen Octopus, dari China yang diimpor oleh PT. Panca Mitra Multiperdana. Penolakan dilakukan karena barang impor tersebut tidak dilengkapi dengan ijin pemasukan dari Direktorat Jendral P2HP.

               Sebelum dilakukan pemuatan ke atas kapal, pada tanggal 18 dan 21 Januari, petugas Balai KIPM Kelas I Surabaya II bersama dengan petugas Bea Cukai, petugas PSDKP Satker Surabaya, serta disaksikan pemilik barang melakukan pemeriksaan terhadap container impor hasil perikanan yang akan di re-ekspor di dalam Terminal Peti Kemas Surabaya. Kondisi container masih dalam kondisi tersegel sesuai dengan dokumen asal (nomor segel tidak ada perubahan). Proses re-ekspor berjalan dengan dengan lancar berkat koordinasi yang baik antara Balai KIPM Kelas I Surabaya II dengan pemilik barang, serta instansi terkait yaitu PSDKP Satker Surabaya, Bea Cukai dan Terminal Peti Kemas Surabaya. (Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi).

     

     

Pemeriksaan bersama petugas Balai KIPM Kelas I Surabaya II, petugas PSDKP Satker Surabaya dan petugas Bea Cukai di dalam Terminal Peti Kemas Surabaya terhadap komoditi yang akan di re-ekspor

 


Komentar :

*) Hanya tersimpan apabila anda telah login

Info terkait



5 online
Tidak bisa melakukan koneksi data ke