Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.090.324
 
 
 
 
Ekspor Perikanan Sulsel Berlari Kencang

Rabu, 25 Januari 2017 03:48, oleh: Administrator
 

LiputanUTAMA.com – Sulawesi Selatan sebagai pintu ekspor hasil perikanan di wilayah timur Indonesia menunjukkan kinerja memuaskan di tahun 2016. Setelah mencatat prestasi dengan program Merdeka Ekspor, peningkatan ekspor hasil perikanan membuat iklim investasi Sulsel semakin kondusif bagi investor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar selalu mengawal kinerja ekspor produk perikanan Sulsel. Hal ini yang tergambar dalam sesi diskusi pada Forum Ekspor beberapa waktu lalu di Hotel Singgasana. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala BKIPM Makassar, Teguh Samudro mengatakan, pada tahun 2016 sektor perikanan mengalami peningkatan ekspor sebesar 24,7% dibandingkan tahun 2015.
“Komoditi ekspor yang diawasi karantina ikan terdiri atas komoditi perikanan segar, beku, kering maupun hidup melalui bandara dan pelabuhan laut sebesar 33.037 ton dan 1.785.322 ekor. Ini berarti, ekspor kita tidak hanya berjalan, tapi sudah berlari. Untuk lalu lintas domestik keluar, volume yang dikirim sebesar 26.802 ton dan 365.131.008 ekor. Tidak sampai disitu saja, kontribusi BKIPM Makassar untuk meningkatkan kinerja ekspor adalah dengan menekan jumlah kasus penolakan ekspor ke negara mitra, tentunya produk perikanan yang dikirim harus memenuhi standar internasional yaitu bermutu, sehat dan aman dikonsumsi,”ungkap Teguh.
Teguh mengingatkan, bahwa dinamika perdagangan global juga menuntut strategi baru dalam pengelolaan sumber daya untuk mendapatkan bahan baku yang kontinyu dan berkelanjutan, salah satunya dengan kebijakan pemberantasan IUU Fishing oleh KKP untuk mewujudkan pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Perbaikan konektivitas distribusi logistik harus memenuhi sistem rantai dingin, dan yang tidak kalah penting adalah penyederhanaan rantai tata niaga produk perikanan dari hulu ke hilir.

Pengirim: Moh. Zamrud (Kepala Seksi Pengawasan Balai Besar Karantina Ikan Makassar) |
Sumber : liputanutama.com



Komentar

Berita lain

 
Share | |