Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.090.925
 
 
 
 
Pelepasaliaran Benih Lobster di Balai Besar KIPM Jakarta I

Rabu, 01 Juni 2016 03:49, oleh: Administrator
 

          Menindaklanjuti peristiwa penggagalan upaya penyelundupan benih Lobster yang terjadi pada tanggal 25 Mei 2016 lalu, Balai Besar KIPM Jakarta I pada hari Kamis, tanggal 26 Mei 2016 segera melakukan pelepasan benih Lobster di Perairan Pangandaran pada pukul 09.15 WIB. Pelaksanaan pelepasan benih Lobster dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian, Obing Hobir As`ari, S.Pi, M.P.

       Masih pada hari yang sama dilaksanakan Konferensi Pers oleh Bea Cukai Soekarno Hatta, dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno Hatta,  bersama dengan Balai Besar KIPM Jakarta I,  Balai Besar Karantina Hewan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Konferensi Pers dilaksanakan di Gedung A, Bea Cukai pada pukul 14.20 WIB, terkait dengan penggagalan kasus penyelundupan satwa yang dilindungi (CITES), satwa tersebut adalah Benih Lobster, Kura-kura, Biawak, Ular Sanca, Burung, dan Gading Gajah dengan total estimasi nilai barang adalah sebesar Rp. 21.263.500.000,- (dua puluh satu milyar dua ratus enam puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah).

         Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KIPM Jakarta I, Ir. Siti Chadidjah, M.Si menyampaikan bahwa upaya penyelundupan benih Lobster ini merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor  1/PERMEN-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), Dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.). Dalam peraturan tertuang ukuran yang diperbolehkan bagi penangkapan Lobster adalah yang  ukuran panjang karapasnya >8 cm (di atas delapan sentimeter), sementara itu ukuran benih Lobster tersebut adalah    5-8 cm.  Dalam kasus ini, terdapat sekitar 150.885 ekor benih Lobster yang disimpan dalam kantong pengemas dan diletakkan di bawah kantong ikan selar di dalam 64 box. Estimasi nilai barang adalah sekitar Rp. 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah).

       Selanjutnya, pada hari Jum’at tanggal 26 Mei 2016 pukul 14.30 WIB dilakukan pemusnahan barang bukti pelanggaran di Laboratorium Karantina Ikan. Kegiatan pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Informasi, Edi Yustanta, A.Pi, M.Si. Barang bukti pelanggaran yang dimusnahkan adalah Ikan Selar yang digunakan untuk menutupi benih Lobster di dalam kantong kemasan. Jumlah Ikan Selar yang dimusnahkan adalah sekitar 40 box, seluruhnya dimusnahkan dengan cara ditimbun dalam tanah dan dilakukan pembakaran terhadap box sterofoamnya.

 



Komentar

Berita lain

 
Share | |