Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.090.440
 
 
 
 
Nelayan Keramba Jaring Apung Waduk Cirata Mengharap Kedatangan Menteri Susi

Jum'at, 20 Maret 2015 07:05, oleh: Administrator
 

Rabu, 18  Maret 2015 Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bersama beberapa Instansi Muspida terkait, TNI dan Polri menghadiri acara NGARAKSA CIRATA program bersih-bersih Waduk Cirata yang diselenggarakan oleh Stasiun KIPM Kelas II Bandung dan diikuti oleh lebih dari  500 orang Nelayan Keramba Jaring Apung (KJA).    

Melalui NGARAKSA CIRATA, BKIPM bersama Muspida mengajak masyarakat KJA dan masyarakat umum lainnya di sekitar waduk untuk sama-sama bertanggung jawab atas kebersihan dan pemanfaatan sumber daya perairan di sekitar waduk cirata demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup bersama menginggat fungsi utama waduk itu sendiri yakni sebagai pembangkit listrik, pemasok listrik untuk wilayah Jawa – Bali.

“Perlu ada kepedulian, keterlibatan dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam pelestarian Waduk Cirata guna mendukung ketahanan energi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” Ujar Kepala BKIPM

Pada kesempatan ini pula Kepala BKIPM bersama PT. Aquatec Indonesia berkesempatan menyerahkan bantuan kepada para nelayan perikanan keramba Jaring apung (KJA) yang ada di daerah sekitar waduk

Pemanfaatan sumberdaya perairan umum disekitar Waduk Cirata yang dibangun memiliki fungsi utama sebagai pembangkit listrik tenaga air, irigasi dan pengendali banjir.  Waduk ini memiliki luas sebesar 6.600 ha dan terbagi ke dalam 3 zona, yaitu zona 1 (Kabupaten Bandung), zona 2 (Kabupaten Purwakarta), dan Zona 3 (Kabupaten Cianjur).

Fungsi utama waduk sebagai pembangkit tenaga listrik, ternyata menimbulkan berbagai kegiatan ikutan yang berkembang di kawasan Cirata termasuk irigasi pertanian, pengendali banjir, konservasi air, pariwisata dan kegiatan perikanan keramba Jaring apung (KJA).

Sementara Aktivitas kelompok jaring apung di waduk Cirata yang jumlahnya mencapai 70.000 unit kolam ini menurut satu hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi dari kegiatan perikanan KJA sebesar Rp 241.015.369.497,95 (99,711 %) per tahun menunjukkan bahwa usaha perikanan KJA layak dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Banyaknya potensi yang dimiliki waduk memerlukan perhatian dari pemerintah untuk pembangunan dan pengelolaannya, karena dapat menunjang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama kegiatan perikanan dan wisata tirta. Sejalan dengan tujuan tersebut, kegiatan perikanan dan wisata yang dilakukan mengorbankan fungsi utama dan fungsi ekosistem dari waduk berupa eksploitasi berlebihan dan limbah kegiatan yang berpengaruh terhadap kualitas dan keadaan lingkungan waduk. Dan kita wajib belajar dari pengalaman kita terhadap Waduk Saguling dimana dibutuhkan waktu puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun untuk membuat kondisi perairan Saguling menjadi bersih kembali. Itu pun harus disertai dengan penghentian aliran limbah dari berbagai sumber menuju Waduk Saguling secara berkelanjutan dan permanen.

Terkait keluarnya Kebijakkan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56 sampai 58 2015 para Nelayan Keramba Jaring Apung inipun ingin sekali bertemu dengan Ibu Menteri Susi Pudjiastuti guna mencapai kesepakatan terbaik dalam hal pengelolaan keramba jarring apung (KJA) di Waduk Cirata ini yang memang sudah mencapai over kapasiti yang seharusnya ada di waduk yang menjadi pemasok utama kebutuhan listrik nasional di wilayah Jawa – Bali ini. Semoga permasalahan yang ada ini bisa diselesaikan secara bijaksana oleh semua pihak yang ada. 



Komentar

Berita lain

 
Share | |