Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.091.023
 
 
 
 
Keikutsertaan BKIPM dalam kegiatan 9th Symposium on Diseases in Asian Aquaculture (DAA9) di Ho Chi Minh City, Vietnam

Senin, 08 Desember 2014 10:27, oleh: Administrator
 

 

 

Pada tanggal 24 – 28 November 2014, bertempat di Ho Chi Minh City, Vietnam dilaksanakan 9th Symposium on Diseases in Asian Aquaculture (DAA9). Kegiatan ini merupakan acara tiga tahunan yang diselenggarakan oleh Fish Health Section (FHS) of Asian Fisheries Society (AFS), sebagai media informasi bagi ilmuwan, peneliti, praktisi, pelaku usaha, pengambil kebijakan, dan akademisi yang berkecimpung pada sektor perikanan di Asia dan seluruh dunia untuk membagikan hasil riset dan pengalamannya dalam pengelolaan kesehatan hewan akuatik.

 

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kerjasama, memotivasi, dan mencerahkan semua peserta agar dapat lebih berkontribusi terhadap pengembangan akuakultur dan membangun jejaring, pengetahuan bersama dan ikatan di antara semua pihak yang terlibat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hewan akuatik. Simposium diikuti oleh peserta dari seluruh Asia yang telah melalui proses seleksi makalah/karya ilmiah. Selain itu juga dihadiri oleh para ilmuwan senior AFS, perwakilan FAO, OIE, perwakilan pemerintahan dan pelaku usaha perikanan. Acara dibuka dengan Keynote Speech dari R. Subasinghe (FAO Senior Officer) dan Kjersti Gravningen (Director PHARMAQ Asia). Dalam keynotenya, FAO memprediksikan bahwa ikan akan menjadi sumber utama protein hewani di masa depan, namun pengembangan produksi budidaya terus-menerus dalam ancaman penyakit. Oleh karena itu biosekuriti dan manajemen kesehatan ikan menjadi prioritas utama budidaya diantara isu-isu penting lainnya.

 

 

Simposium dibagi menjadi 10 sesi teknis yang dilaksanakan setiap harinya, namun tentu saja, bahasan yang menjadi bintang acara Simposium  DAA kali ini adalah sesi khusus mengenai perkembangan terkini EMS/AHPND, new emerging disease yang dalam beberapa tahun terakhir telah meluluhlantakkan industri udang di berbagai kawasan di dunia. Saat ini (sejak Juni 2014) telah diketahui faktor virulensi pada strain unik V. parahaemolyticus pada plasmid pVPA3-1 yang mengkode toksin PirA dan PirB. Berdasarkan temuan tersebut, saat ini telah dikembangkan kit PCR AHPND generasi ke-3 (AP3) yang telah dibuktikan mampu mendeteksi EMS/AHPND dengan sensitivitas dan spesifisitas 100%, yang lebih powerful dibandingkan kit sebelumnya (AP1&2). Breakthrough dalam memahami aetiologi agen penyebab AHPND ini sangat krusial terutama dalam mencegah masuknya penyakit ini ke Indonesia, karena berdasarkan informasi dari Simposium DAA9, hampir semua negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (saat ini termasuk Philipina) telah positif terinfeksi AHPND.

 

 

Pada simposium tersebut Miftahul Fikar, PHPI Ahli Muda SKIPM Jambi berkesempatan untuk mempresentasikan makalah poster mengenai pengembangan uji serologi untuk pengujian bakteri dengan co-agglutination test kit. Pengembangan tersebut cukup mendapat perhatian besar dari peserta lainnya. Kegiatan ini juga ikut dihadiri oleh Kepala BUSKIPM (Asep Dadang Koswara), Kepala Bidang Tata Operasional Puskari (Heri Yuwono) dan Kepala SKIPM Kelas I Jambi (Rudi Barmara).

 

Di Akhir acara symposium, diputuskan bahwa Simposium DAA10 selanjutnya akan diselenggarakan di Bali pada tahun 2017. BKIPM perlu mensejajarkan diri dengan perkembangan manajemen kesehatan ikan dunia saat ini agar pada konferensi yang akan dilaksanakan nanti mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.



Komentar

Berita lain

 
Share | |