Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.087.924
 
 
 
 
In House Training Pemahaman SNI ISO/IEC 17020 di Stasiun KIPM Kelas II Tarakan

08 September 2016 09:53, oleh: Balai KIPM Tarakan

In House Training Pemahaman SNI ISO/IEC 17020 di Stasiun KIPM Kelas II Tarakan

             Indonesia merupakan negara yang disebut-sebut sebagai negara mega biodiversity karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat lengkap. Negara ini dianugrahi kekayaan alam yang melimpah serta kesuburan tanah untuk bercocok tanam. Kekayaan yang dimiliki menjadi daya tarik bagi bangsa lain untuk mencari kekayaan alam yang melimpah ruah. Semenjak dulu, sejarah telah mencatat beberapa bangsa di dunia telah berdatangan ke negara ini untuk mencari rempah-rempah. Kini pun peneliti asing banyak berdatangan untuk meneliti potensi baru di alam Indonesia mencari sesuatu yang memiliki potensi ekonomi tinggi di masa depan.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.508 gugusan pulau dengan total luas perairan laut diperkirakan sebesar 5,8 juta km2 dan negara berpantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada dengan panjang garis pantai mencapai 81.000 km. Potensi kelautan negara ini sangat besar, berdasarkan data BPS 2009a, produksi perikanan laut yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tahun 2009 mencapai 556.123 ton dan produksi perikanan tangkap tahun 2008 mencapai 5.196.328 ton.   Pasar Uni Eropa telah mengharuskan  produk perikanan yang masuk ke wilayah nya harus jelas asal usul darimana produk itu diperoleh dan diolah dengan cara – cara yang hiegenis serta dijamin keamanan hasil perikanannya oleh Lembaga Inspeksi yang terpercaya.   Stasiun KIPM Kelas II Tarakan dapat menjadi Lembaga Inspeksi yang terakreditasi SNI ISO 17020 : 2012 dimana menerbitkan Health Certificate (HC) untuk produk hasil perikanan yang di ekspor ke negara tujuan (Eropa, Jepang, USA) harus dilakukan Surveilan untuk menilai apakah Unit Pengolahan Ikan (UPI) telah menerapkan HACCP (Hazzard Analysis Critical Control Point) secara konsisten atau tidak, hal ini dilaksanakan agar Stasiun KIPM Kelas II Tarakan sebagai Official Control dapat menjamin keamanan dan mutu produk hasil perikanan yang diolah di UPI yang ada di Provinsi Kalimantan Utara.

         Untuk itu Stasiun KIPM Kelas II mengadakan kegiatan In House Training Pemahaman SNIISO/IEC 17020 di Aula Stasiun KIPM Kelas II Tarakan pada tanggal 1-2 September 2016, Peserta Sosialisasi berjumlah 24 pegawai stasiun KIPM Kelas II Tarakan. dengan Narasumber bapak Syaharudin Chaniago (Narasumber)dan Ibu Kristiati Andriani, ST, MM (Asisten Narasumber KAN) dari Badan Standarisasi Nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Komentar

Kegiatan lain

 
Share | |
 
Berita Terkini