Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.087.988
 
 
 
 
Pelaksanaan Pelatihan Dasar HACCP oleh Stasiun KIPM Kelas I Batam

22 Agustus 2016 08:22, oleh: Stasiun KIPM Kelas I Batam

Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan luas wilayah 251.810,71 km² yang terdiri dari 95 % lautan dan 5 % daratan dengan jumlah 1.350 pulau besar dan kecil. Secara geografis Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan dengan negara Singapura, Malaysia, dan Vietnam, sehingga menjadikan jalur lalu lintas transportasi laut yang strategis. Dengan jumlah perairan yang sangat luas, Kepulauan Riau memiliki potensi yang besar di bidang perikanan, serta dengan keadaan geografis yang berbatasan dengan negara lain, provinsi ini mempunyai peluang pasar yang tinggi. Batam merupakan salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Kebutuhan ikan di Singapura dan Malaysia sangat tinggi, dan kebutuhan tersebut dipenuhi dengan mendatangkan ikan dari Kepulauan Riau melalui Batam dengan moda transportasi berupa kapal. Hampir setiap hari terdapat kapal yang berangkat mengirim ikan ke Singapura. Ikan tersebut berasal dari daerah Kepulauan Riau dan juga didatangkan dari daerah lain di Indonesia, seperti Banjarmasin, Surabaya, Medan untuk memenuhi kebutuhan ikan Singapura. Terdapat banyak pengepul ikan di Batam, dan secara bersama-sama para pengepul ikan tersebut mengirimkan ikannya dengan menggunakan kapal.

Kualitas yang baik pada produk perikanan merupakan syarat utama agar produk tersebut dapat dikonsumsi oleh manusia, agar tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia. Produk perikanan yang dikirim ke Singapura juga perlu mempunyai jaminan mutu/ kualitas yang baik sehingga aman untuk dikonsumsi. Untuk memberikan jaminan mutu pada produk perikanan yang dikirim ke luar negeri (ekspor), maka perlu dilakukan pembinaan dan sertifikasi. Salah satu sertifikasi dapat berupa pembuatan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).  HACCP merupakan suatu system control dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi.  Tujuan dari penerapan HACCP adalah untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna memenuhi tuntutan konsumen.

Berdasarkan keadaan tersebut, maka Stasiun Karantina Ikan Pengendlian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam pada tang tanggal 10-13 Agustus 2016 telah mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar (Basic Training) HACCP. Kegiatan Pelatihan HACCP dibuka oleh Bapak Dr. Ir. Nazori Djazuli, M.Sc. selaku Sekretaris BKIPM, dan sekaligus sebagai pemateri (narsumber) pelatihan bersama dengan Ibu Tri Handayani, A.Pi., M.Si., Bapak Agung Santoso, S.Si., dan Bapak Danie Indoratno, S.Pi.

Kegiatan Pelatihan Dasar HACCP diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari pihak Karatina Ikan, Dinas Perikanan, UPI/ penggujna jasa, serta beberapal mahasiswa. Materi yang diberikan terdiri dari teori, kunjungan lapangan, serta praktek pembuatan manual HACCP. Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan peserta dapat lebih paham tentang HACCP dan dapat menerapkannya dengan baik untuk menginspeksi bagi petugas atau untuk membuat UPI menjadi lebih baik bagi pengguna jasa. Sehingga produk perikanan yang yang akan diperdagangkan mempunyai jaminan mutu yang baik hingga sampai ke tangan para konsumen.

 



Komentar

Kegiatan lain

 
Share | |
 
Berita Terkini