Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.087.810
 
 
 
 
PENGAWASAN TERPADU TERHADAP PELINTAS BATAS SOTA RI-PNG DALAM RANGKA HUT KEMERDEKAAN RI KE-71 DAN CROSS BORDER WONDERFUL INDONESIA

17 Agustus 2016 07:26, oleh: Stasiun KIPM Kelas II Merauke

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-71, seluruh instansi pemerintah yang berada di perbatasan RI (Sota-Merauke) dan Papua New Guinea (PNG) bersama-sama melakukan pengawasan terpadu terhadap pelintas batas yang merupakan warga PNG yang diundang untuk menghadiri peringatan HUT RI yang ke-71 di lapangan Sota Merauke Papua Indonesia. Selain memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-71, juga merupakan ajang mempromosikan wilayah Sota Merauke sebagai destinasi wisata di Wilayah Timur Indonesia yang digalakan oleh Kementerian Pariwisata bersama Dinas Kebudayaan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke melalui Cross Border Wonderful Indonesia.

Walaupun masyarakat pelintas batas tersebut di undang ke wilayah RI namun mereka tetap harus mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara kita untuk dapat memasuki wilayah RI.

Pengawasan terhadap masyarakat pelintas batas tersebut harus tetap dilakukan. Pengawasan Terpadu dilakukan oleh Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Merauke bersama instansi lain yaitu Bea Cukai, Imigrasi, Polsek Sota, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Pamtas RI-PNG dan Karantina Kesehatan Manusia Kementerian Kesehatan. 

Sebagai teladan kepada Pegawainya, Ibu Nikmatul Rochmah, S.St.Pi., selaku Kepala Stasiun KIPM Kelas II Merauke juga langsung turut serta dalam Pengawasan Terpadu tersebut.

Data yg masuk 16 Agustus 2016; pelintas batas warga PNG ±741 orang, tgl 17 Agustus 2016 belum direkap imigrasi. Data komoditi yg tidak diperbolehkan masuk oleh Stasiun KIPM Kelas II Merauke per tanggal 16 Agustus 2016 yaitu karapas kura-kura sebanyak 57 buah, kura-kura leher panjang 2 ekor, gelembung renang ikan 14 buah. Tanggal 17 Agustus 2016 karapas kura-kura sebanyak 4 karung ( belum dihitung jumlahnya). 

Sementara barang bawaan lain yang berhasil diamankan petugas antara lain pisau, tanduk rusa, korek gas, jagung dan tanaman pangan lain yang tidak diperbolehkan berdasarkan peraturan yang berlaku di wilayah RI.

Terhadap barang-barang yang diamankan oleh tim Pengawasan Terpadu tersebut akan dilakukan tindakan Penolakan di border/pabean RI.  Rencananya pada saat kembali atau balik ke PNG nanti barangnya dapat diambil kembali oleh masyarakat pelintas batas untuk dibawa pulang, sehingga ke depannya masyarakat pelintas batas sudah mengetahui dan memaahami bahwa barang-barang tersebut harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh Negara Republik Indonesia.

 

 



Komentar

Kegiatan lain

 
Share | |
 
Berita Terkini