Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

53.055.329
 
 
 
 
Bimbingan Teknis Tindak Karantina Ikan dan Pemaparan Kinerja Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta Dalam Mengawal PerMen 01 2015 Kepada Mahasiswa UGM

10 Agustus 2016 10:14, oleh: Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta

Sebanyak 30 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM memperoleh bimbingan teknis tindakan karantina ikan di laboratorium pengujian Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta yang telah terakreditasi ISO:SNI 17025:2005 pada Selasa (9/08/2016). Sebelumnya beberapa mahasiswa dari Universitas Brawijaya dan Universitas Soedirman mendapatkan bimbingan yang sama melalui kegiatan magang dan praktek kerja lapang di laboratorium bakteri Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta. Disamping itu, kinerja Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta selama lebih dari setahun mengawal pelaksanaan pengawasan lalu lintas lobster sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 1 tahun 2015 untuk perlindungan lobster kepiting dan rajungan juga dipaparkan termasuk keberhasilan Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta menggulung tindak illegal penyelundupan baby lobster melalui Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

Kegiatan bimbingan tersebut merupakan salah satu pengejawantahan misi BKIPM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memperkuat kerjasama dan koordinasi dengan berbagai lapisan masyarakat khususnya untuk menggalang Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. DIsadari bahwa fungsi perkarantinaan dan penjaminan mutu produk perikanan tidak akan dapat berjalan dengan efektif apabila tidak ada dukungan penuh dari masyarakat luas mengingat demikian besarnya sumberdaya perikanan yang harus dijaga dan dilestarikan. Sehingga melalui kegiatan ini kebijakan, visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi pokok perkarantinaan dan penjaminan mutu produk perikanan dapat didiseminasikan kepada masyarakat. Demikian pula sebaliknya, adalah penting untuk memperoleh timbal balik atau respon dari masyarakat untuk mengkritisi kinerja dan kebijakan-kebijakan tersebut agar institusi karantina ikan senantiasa melakukan continues improvement sebagai bagian dari visi pemerintah mendorong partisipasi publik.

Oleh karena itu Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta berusaha senantiasa melakukan inisiasi untuk memberdayakan masyarakat dan stake holder terkait di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dalam rangka menyukseskan program-program perkarantinaan ikan, penjaminan mutu produk ikan termasuk perlindungan terhadap satwa akuatik yang terancam punah. Pembimbingan oleh Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta tentang tugas dan fungsi pokoknya kepada civitas akademika khususnya mahasiswa sebagai agent of change diharapkan menjadi corong di tengah masyarakat Yogyakarta untuk turut berperan aktif meningkatkan kepedulian atas kelestarian sumberdaya perikanan. Terlebih lagi Yogyakarta dikenal sebagai salah satu produsen komoditas lobster di pantai selatan Jawa yang produknya turut bersaing di pasar internasional.

DIketahui bahwa upaya tangkap terhadap komoditas lobster di Yogyakarta telah melampaui potensi lestarinya sejak beberapa tahun yang lalu sedangkan masih banyak kalangan masyarakat yang belum sadar atas ancaman kepunahan lobter, kepiting dan rajunga apabila tidak dikelola dengan lestari dan bijaksana. Hal ini terbukti dengan keberhasilan operasi tangkap tangan Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta terhadap pelaku penyelundupan baby lobster setahun yang lalu. Dalam operasi tersebut, Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta berhasil menyelamatkan aset bangsa dalam jumlah yang fantastis.

Akan tetapi, pengawasan karantina atas lalu lintas satwa akuatik yang dilindungi tersebut tidak akan dapat berjalan efektif jika hanya mengandalkan inspeksi di pintu masuk dan keluar. Pengawasan dari hulu hingga hilir termasuk mendorong pasar internasional untuk tidak menerima produk seafood dari kegiatan illegal di kawasan perairan Indonesia wajib dilakukan. Penggalangan kepedulian masyarakat melalui pembimbingan sadar mutu, karantina ikan dan perlindungan satwa dilindungi adalah langkah kecil menuju hasil yang lebih besar, yaitu lestarinya sumberdaya perikanan Indonesia.

    

    

    



Komentar

Kegiatan lain

 
Share | |
 
Berita Terkini