Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

13.148.944
 
 
 
 
Profil
Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin, Makassar

 

BALAI BESAR KARANTINA IKAN

PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

MAKASAR

 

 
 
 Alamat Kantor  : Jl. Dakota No. 24 Sudiang Raya - Makassar
 Hunting  : (0411) 4813539
 Pelayanan SKI  : (0411) 555120
 Faximile  : (0411) 555159
 Alamat Laboratorium  : Jl. Landak Baru No. 7 Makassar
 Telepon  : (0411) 874793
 Faxcimile  : (0411) 855766
 Email  : makassar@bkipm.kkp.go.id
   

 

2. Kontak

Nama :  Drs. Widodo
 Jabatan :  Kepala Balai Besar KIPM Makassar
 Email :  widodo58@gmail.com

 

Nama : Muhlin, S.Pi, MM
 Jabatan :  Kepala Bagian Umum
 Email :  -

 

Nama : Ir. ST Narwiyani, MP 
Jabatan : Kepala Bidang Tata Pelayanan
 Email : stnarwiyani@gmail.com

 

Nama : Saifullah, S.Pi, MP
Jabatan :  Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Informasi
 Email :  saiful_tadjo@gmail.com

 

Nama :  Wahyu Widodo, S.Si
Jabatan :  Kepala Seksi Data & Informasi
 Email :  widodo_curly@yahoo.com

 

Nama :  Kamdani, S.Pi
Jabatan :  Kepala Seksi Pengawasan & Pengendalian
 Email :  -

 

Nama : Suriati, S.Pi, MM 
Jabatan : Kepala Seksi Pelayanan Laboratorium
 Email :  suriati_adil@gmail.com

 

Nama :  St. Suleha Yasin, S.Pi, MM
Jabatan :  Kepala Seksi Pelayanan Teknis
 Email : -

 

Nama : Karwit, S.Pi 
Jabatan :  Kepala Sub Bagian Keuangan
 Email :  tiwrak@yahoo.com

 

Nama : Ir. Sunarti Ahmad, MM 
Jabatan :  Kepala Sub Bagian TU & Kepegawaian 
 Email :  -

 

Nama : Abdul Kadir, S.Pi
Jabatan :  Kepala Sub Bagian RT & Perlengkapan
Email :  aka_fq@yahoo.co.id

 

Nama : Waode Suharni, S.Pi
 Jabatan : Koordinator Fungsional
 Email :  -

 

3. Wilayah Kerja/Satuan Kerja 

a. Wilker Pelabuhan Laut Parepare 

 

Nama : Pelabuhan Laut Parepare
Alamat : Jl. Jend. Soedirman No. 184 Parepare
Telp : (0421) 25489
E-mail : ki.pares@gmail.com

 

   Penanggung Jawab
 Nama :  Hasrullah S, A.Md.Pi
 No. HP :  081355963507

 

 b. Wilker Pelabuhan Laut Bajoe

         Nama   : Pelabuhan Laut Bajoe
         Alamat  : Bajoe – Bone
         E-mail   : wilker.pelbajoe@gmail.com
 

   Penanggung Jawab
 Nama    Marniati, S.Pi
 No. HP    085230379703

 

c. Wilker Pelabuhan Laut Soekarno Hatta

       Nama   : Pelabuhan Laut Soekarno Hatta
       Alamat  : Jl. Nusantara No. Komp. Pelabuhan laut Soekarno Hatta
       E-mail  : wilker.pelbajoe@gmail.com
 

 Penanggung Jawab
 Nama    Sukardin, S.Pi
 No. HP    081 355 441 127

 
4. Sumber Daya Manusia (SDM)

Komposisi Pegawai berdasarkan Teknis, Non Teknis pada Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar Tahun Anggaran 2011.

  • Golongan IV : 7 Orang (4 Teknis, 3 Administrasi)
  • Golongan III : 44 Orang (36 Teknis, 8 Administrasi)
  • Golongan II : 18 Orang (13 Teknis, 5 Administrasi)
  • Golongan I : 1 Orang (1 Administrasi)

 


5. Laboratorium

 a. Level Laboratorium
            - Level Laboratorium Balai Besar KIPM Makassar tergolong Level III
 b. Metode Pemeriksaan yang dapat dilakukan :
            - Standar Diagnosa Hama dan Penyakit ikan, mengacu pada standar internasional seperti
              OIE dan Standar Nasional (SNI)Teknik dan Metoda Diagnosa menggunakan pendekatan :
                     * Konvensional : Makroskopis, Mikroskopis, dan uji biokimia
                     * Modern
                            - Biologi Molekuler (PCR, dot blood hydridization)
                            - Serologi/Imunologi (Elisa)
c. Akreditasi
          Pada Tahun 2012 Laboratorium Penguji Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar telah melakukan kegiatan Surveilan dalam rangka untuk mempertahankan status akreditasi yang telah diperoleh pada tahun 2007 dengan menerapkan Sistim Manajemen Mutu sesuai ISO/IEC 17025:2005.

 

6. Pemantauan
 

 

Kegiatan ini dilakukan dalam 2 (dua) periode yaitu Periode I pada bulan Pebruari – Juni dan Periode II pada bulan Juni - Oktober  2014 di 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu Tmur, Kabupaten      Luwu Utara, Kabupaten Bone, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Barru, Kota Pare-pare, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Bulukumba,  Kabupaten Selayar, Kabupaten Sidrap, Kota Maros. Kabupaten Sinjai, Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar. 

Jenis media pembawa yang diambil adalah media pembawa yang sangat potensial dan memiliki nilai ekonomis penting di daerah pemantauan, media pembawa yang berpotensi sebagai media pembawa HPIK, media pembawa yang memiliki tingkat lalulintas yang tinggi dan media pembawa yang merupakan target inang (devinitif) berdasarkan komoditi yang ada di 23 Kabupaten / Kota dan media pembawa diupayakan terhadap sampel yang merupakan inang dari HPIK dan menunjukkan gejala terserang penyakit.

Pelaksanaan kegiatan pemantauan ini terbagi atas 2 (dua) yaitu pengambilan sampel di lapangan dan pemeriksaan di laboratorium berupa pengujian parasit, bakteri, jamur dan virus serta histologi.  Metode yang digunakan dalam pemeriksaan adalah pemeriksaan dengan metode konvensional dan biologi molekuler.

Jenis-jenis sampel yang diambil pada lokasi pemantauan adalah benih/induk ikan Udang Windu (Penaeus monodon), Udang annamei (Litopenaeus vannamei), Udang Putih Ikan Mas dan Ikan Mas Koi (Cyprinus carpio), Ikan Kerapu lumpur (Ephinephelus sp.),  Ikan Nila (Oreochromis niloticus), Ikan Lele (Clarias batrachus), Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos)
Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan di laboratorium penguji maka ditemukan Hama Penyakit Ikan Karantina golongan I yaitu White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Myxobolus koi

 

Teknis pelaksanaan kegiatan monitoring adalah sebagai berikut : (1) Mendatangi tempat pelelangan ikan (TPI)/pelabuhan pendaratan ikan (PPI) dan pasar ikan  tradisional yang cukup potensial terjadi transaksi produk perikanan; (2) Mengadakan pengamatan terhadap kebersihan dan sanitasi lingkungan; (3)  Mengumpulkan data terkait penanganan produk perikanan melalui wawancara, observasi lapangan dan laporan; (4) Pengambilan sampel ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan potensial di tempat tersebut; (5) Pemeriksaan sampel di laboratorium untuk mengetahui mutu ikan dan kandungan bahan berbahaya.

Kegiatan monitoring dilakukan selama 4 bulan yakni pada bulan Agustus 2013 sampai dengan November 2013 pada 19 lokasi yang terdiri dari 12 tempat pelelangan ikan (TPI)/pelabuhan pendaratan ikan (PPI)  di Provinsi Sulawesi Selatan dan pada 7 pasar ikan tradisional di Kota Makassar.  Adapun lokasi TPI/PPI dan pasar ikan tradisional yang dimonitor tersebut adalah :
1)    PPI Kajang, Bulukumba;
2)    PPI Palappang, Pangkep;
3)    PPI Lappa, Sinjai;
4)    PPI Lonrae, Bone;
5)    PPI Sumpang Binangae, Barru;
6)    PPI Birea Pa’jukukang, Bantaeng;
7)    PPI Beba, Takalar;
8)    PPI Tanrusampe, Jeneponto;
9)    TPI Labuang, Maros;
10)    PPI Cempae, Pare-Pare; 
11)    Pasar ikan tradisional Pabaeng-Baeng;
12)    Pasar ikan tradisional Pettarani;
13)    Pasar ikan tradisional Panampu;
14)    Pasar ikan tradisional Antang;
15)    Pasar ikan tradisional Karuwisi;
16)    Pasar ikan tradisional Toddopuli;
17)    TPI Paotere, Makassar;
18)    TPI Rajawali, Makassar;
19)    Pasar ikan tradisional Daya;

Sampel yang diambil pada kegiatan monitoring adalah ikan-ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan potensial di lokasi tersebut.  Jenis sampel yang diambil ada 20 jenis,yaitu : 1) Layang segar;   2) Sarisi segar; 3) Tuna segar;  4) Kakap merah segar;  5) Bandeng segar;  6) Ekor kuning segar;  7) Kerapu segar; 8) Cakalang segar;  9) Katamba segar; 10) Tongkol segar; 11) Kembung segar; 12) Teri segar; 13) Terbang segar; 14) Lamuru segar; 15) Banjar segar; 16) Cucut segar; 17) Cumi-cumi segar; 18) Cepa segar; 19) Teri kering; dan 20) Tawasan segar;

Sampel ikan yang telah diambil, selanjutnya dilakukan pengujian di laboratorium Balai Besar KIPM Makassar.  Jenis uji yang dilakukan meliputi : (1) uji organoleptik, (2) Salmonella sp., (3)  E. coli,  (4) Coliform dan (5) formalin.

Setelah dilakukan pengujian di laboratorium terhadap sampel ikan yang diambil dari 10 lokasi TPI/PPI di Provinsi Sulawesi Selatan dan 9 lokasi pasar ikan tradisional di Kota Makassar, maka didapat hasil seperti pada tabel 15 berikut.



 7. Lalu Lintas Media Pembawa Dominan

     Data Lalulintas Komoditi Perikanan yang Dominan melalui Balai Besar KIPM Makassar

1. Ekspor : Kerapu, Tenggiri, Kepiting Bakau, Lobster, dan Teripang
2. Impor : Koi dan Udang Windu
3. Domestik Keluar : Kerapu, Tuna, Sidat, Clown Fish, Tenggiri, Kepiting Bakau, Daging kepiting
    Rajungan, Lobster, Coral, Anemon dan Teripang, Udang hias air tawar
4. Domestik Masuk : Nener, Tuna, Kerapu, Lele Dumbo, Kepiting Bakau dan Udang Vannamei

 

 
Share | |
U P T
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...