Indonesia | English
 
Pilih Operator pada kolom sebelah kiri
untuk melakukan Chat dengan menggunakan Y! messenger


 
Download YM!
 


CAPCHA » CAPCHA »
 
 
Anda dapat menuliskan pengaduan, kritik dan saran kepada BKIPM
kami akan secepatnya merespon pesan anda

terima kasih

11.775.074
 
 
 
 
DIALOG INTERAKTIF PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT DAN DAERAH TENTANG IMPOR IKAN

22 Nopember 2011 00:00, oleh: Stasiun KIPM Kelas I Medan II

Berdasarkan ketentuan pasal 233 huruf h UU No. 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, bahwa salah satu kewajiban Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) adalah menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat. Salah satu metode yang akan digunakan dalam penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah adalah dialog melalui televisi atau radio dalam program acara dialog interaktif/talkshow. Sesuai dengan surat undangan Sekretariat Jenderal Perwakilan Daerah Republik Indonesia Nomor : DN.860/454/DPD/X/2011 tanggal 19 November 2011 Perihal Permohonan Menjadi Nara Sumber Dalam Kegiatan Dialog interaktif/Talkshow Anggota DPD RI Dalam Rangka Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah, maka pada hari Sabtu, tanggal 19 November 2011 pada pukul 14.00 WIB diadakan dialog interaktif/talkshow yang disiarkan secara live/on air dari Studio TVRI Medan.

Dialog Publik yang disiarkan secara langsung tersebut menghadirkan nara sumber anggota DPD RI asal Sumut Bapak Parlindungan Purba, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan II Bapak Ir. Felix Lumban Tobing, S.Pi, MP, Ketua HNSI Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut yang diwakili oleh Kepala Balai LPPMHP  Ibu Ir. Dwiworo Sunaringsih dan, Ketua HNSI Sumut H. Syah Afandin.

Tema yang dibicarakan adalah mengenai kebutuhan ikan di Sumatera Utara dan dengar pendapat dengan para Nelayan apakah benar bahwa ikan impor akan berdampak pada penurunan dan kesejahteraan nelayan.

Dalam dialog tersebut Ibu Ir. Dwiworo Sunaringsih menjelaskan bahwa sesuai data produksi hasil perikanan Sumatera Utara sekitar 623.000 ton yang sebagian besar diekspor ke Negara lain, sementara untuk kebutuhan penduduk Sumatera Utara sendiri seharusnya dipenuhi dengan angka 500.000 ton. Sehingga berdasarkan data data tersebut Propinsi Sumatera Utara masih kekurangan ikan. Hal inilah yang menjadi dasar Dinas Perikanan mengeluarkan Rekomendasi Impor.

Dalam kesempatan berikutnya Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan II Bapak Ir. Felix Lumban Tobing, S.Pi, MP, juga menjelaskan alur prosedur Impor mulai dari masuk ke pelabuhan Belawan sampai dikeluarkannya sertifikat pelepasan. Beliau menjelaskan bahwa setiap importir wajib memiliki izin impor yang dikeluarkan oleh P2HP dan hinggai tanggal 18 November 2011 sudah ada sebanyak 12 Perusahaan yang telah mengantongi izin impor dengan jumlah total sebesar 10.800.000 kg yang mana sudah masuk sebanyak 3.848.828 kg. Beliau juga menegaskan bahwa walaupun sudah memiliki izin impor bukan berarti ikan tersebut serta merta langsung dibebaskan, Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan II harus terlebih dahulu memeriksa secara laboratories untuk memastikan bahwa ikan-ikan impor tersebut bebas dari hama dan penyakit ikan serta memiliki mutu yang baik, bebas dari bahan kimia beracun seperti formalin sehingga aman untuk dikonsumsi manusia.

Menanggapi isu impor tersebut Bapak Parlindungan Purba sebagai anggota DPD RI asal Sumut menyatakan bahwa beliau akan melakukan koordinasi dengan Menteri kelautan dan Perikanan agar dalam pengeluaran izin impor didasarkan pada fakta-fakta dilapangan dan akan mengusulkan dilakukannya survei langsung kelapangan akan kebutuhan ikan khususnya di Sumatera Utara sehingga pemberian izin impor tidak menimbulkan gejolak kepada para Nelayan yang juga diamini oleh ketua HNSI Sumut Syah Afandin.

 

Oleh : Sondang Sitorus, S.Si

 



Komentar

Kegiatan lain

 
Share | |
 
Berita Terkini